Posted by: pUtRi on: July 13, 2008
Specially dedicated to all my friends the 13th generation of Yasop…
Tak terasa sudah enam tahun berlalu sejak aq dan 39 orang teman lainnya dikukuhkan menjadi siswa-siswi asrama Yayasan Soposurung setelah melewati satu minggu orientasi. Plonco yang kita jalani memang hanya seminggu lamanya,tapi sebagian besar kenangan yang selalu kita ceritakan ketika berkumpul berasal dari seminggu “bahagia” ini. Bau casis yang khas, coca cola dan sprite Yasop, push-up, sit-up, dan jalan jongkok, kata kunci, nama cantik, stroberi Yasop, naik gunung, mandi bebek, senior pelatih, dan banyak lagi hal yang hanya kita dapat di masa itu. Casis yang masih manis dan ganteng sewaktu masuk langsung bertransformasi dalam seminggu. Sehingga jangan heran kalau banyak orang tua yang tidak mengenali anaknya sewaktu pengukuhan. Kalau sekarang gw nampangin foto waktu pengukuhan pasti ga bakal ada yang kenal
Tiga tahun hidup bersama di asrama, tidak terhitung kenangan yang kita buat. Tidak hanya gelak tawa, isak tangis pun kita bagi bersama. Masih ingat ga, waktu kita kelas 1? Ketika kita disuruh keliling lapangan sekolah karena ribut, ketika kita disuruh push-up oleh Pak Dadang karena ga seorangpun ngerjain Pe-eR (eh,ada ding tapi satu orang doang), ketika kita sekelas tidur sewaktu free les, ketika kita mewarisi “kemampuan khusus” anak asrama, ketika kita berantem sampai lempar-lemparan. Hayo, cewek-cewek Antiglas, siapa yang dulu masuk daftar 10 siswi termentel? Siapa yang masih ingat cerita kewatakan dan kebusukan yang kita lakukan waktu itu? Hahahaha…..
Belum lagi waktu kelas dua. Ketika kita belajar mendidik adik-adik yang baru datang, ketika kita baru mengenal apa yang disebut “senioritas”, saat kita dengan gencarnya melaksanakan “main watak”. Apa kalian cowok-cowok ingat, apa yang kami, cewek-cewek, lakukan sewaktu kalian dikumpulkan pak Pengawas di lapangan apel? Tersentuhkah hati kalian saat itu?
. Atau ingatkah kalian waktu cewek-cewek menyatakan embargo sampai beberapa kali, sampai memisahkan barisan siswa dan siswi ketika pulang renang sehingga akhirnya kita dihukum jalan jongkok? Masih ingatkah kalian kebun kacang ijo yang kita rawat di belakang kelas? Yang hasilnya kita olah menjadi bubur kacang ijo dan kita bagi untuk orang-orang seasrama?
Di kelas tiga buku soal: 1001 soal, madas, kidas, kumpulan soal UMPTN dan SPMB, menjadi bacaan wajib. Hari-hari yang dulunya dilewati dengan berbagai kegiatan : ekstra, renang, basket, karate, hanya diisi dengan bimbingan (eh, kadang korvey masih tetep dilakuin sih). Bagaimana kita berbagi kebingungan ketika memilih jurusan di PTN, mempersiapkan diri untuk simulasi dan untuk SPMB. Hihi, masih ingat ga hari waktu kita keluar dari asrama? Waktu itu kita menangis tersedu-sedu, seolah-olah ga bakal bertemu lagi, padahal hari Senin berikutnya kita tetep sekelas di bimbingan dan tetap bersama selama dua bulan berikutnya, bahkan setelah kita kuliah..
Begitu banyak yang kudapat dari kita. Kemampuan untuk mengerti sifat orang lain untuk beradaptasi dan hidup bersama, kemampuan untuk mengalah, kemampuan untuk berempati (walaupun untuk hal yang satu ini aq belum ahli sampai sekarang). Dari kita aku mendapat kekuatan dan bantuan ketika ku jatuh, dan oleh kita jugalah aku diingatkan untuk tetap bersyukur atas apa yang aku miliki. Dari kita aku mendapat keluarga, walaupun dulu kadang aku bosan melihat muka yang sama dari bangun tidur sampai mau tidur, bosan dengan aktivitas yang sama sepanjang minggu, sekarang aku selalu merindukan kalian guys. Aku kangen baca tulisan dan cerita si Buki, aku rindu dengar nyanyian Mona, aku kangen ucapan “Yang membunyikan ompreng push-up sepuluh kali”, aku kangen dengar sangkakala, aku kangen korvey bareng kalian, aku kangen dindam, aku kangen main watak, aku kangen jambu belakang barak tiga dan belimbing barak dua, aku kangen ngeliat bintang sebelum apel malam, aku kangen lagu mars yang kita nyanyikan setiap pergi dan pulang sekolah, aku kangen aba-aba PBB yang kita latih hampir setiap hari, aku kangen makan di lapangan apel, aku kangen semua yang kita alami di asrama.
Tiga tahun yang kita lewati di asrama tak akan pernah kulupa sobat. Juga tiga tahun saat kita terpisah jarak, menempuh jalan masing-masing untuk meraih mimpi, namun hati kita tetap bersama. Tak terasa, tak berapa lama lagi kita akan wisuda dan membuka lembaran hidup baru. Bagaimana tampang kita 5 tahun lagi, sudah jadi apa kita 10 tahun lagi, dimana kita 15 tahun ke depan? Seperti cuplikan lirik lagu Graduationnya Vitamin C,
And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
–
So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
–
As we go on, we remember all the times we had together
And as our lives change come whatever, WE WILL STILL BE FRIENDS FOREVER
(Vitamin C, Graduation)
Posted by: pUtRi on: July 9, 2008
Sabtu kemarin tanggal 5 Juli 2008, departemen MIS dan OpEx ngadain mancing bareng di muara Otakwa which luckily kita sebagai anak magang juga diajak. Karena rencana mancing dimulai dari jam 6 sedangkan perjalanan Tembagapura-Portsite memakan waktu 2 jam jadilah kira berangkat dari Tembagapura pukul 3.30 pagi. Sambil nunggu bis berangkat foto-foto dulu ah,,,,,,
Setelah sampai di Portsite jam 6 pagi, cuaca tidak seperti yang diharapkan. Yang namanya mancing pasti ngebayangnya langit biru, matahari terik, sampe harus pake sunblock supaya ga gosong kan? Kemarin tuh cuacanya sendu banget. Langit mendung, hujan gantian dari rintik-rintik->deras->berhenti->rintik-rintik lagi. Boro-boro pake sunblock, jaket aja ga dilepas sangking dinginnya. Trus, kan udah bela-belain tuh berangkat subuh-subuh, biar mancingnya bisa lamaan karena katanya dari Portsite ke Otakwa butuh waktu 2 jam naik kapal, ternyata sampai di Portsite kita ga bisa langsung berangkat karena dua dari 3 kapal belum diisi bahan bakarnya dan untuk mengisi bahan bakar harus nunggu air pasang dulu yaitu sekitar jam 9. Yah…………..tau gitu……..Jadinya nunggu jam 9 diisi dengan kegiatan foto-foto.
Jam 9 pun tiba. Dua kapal yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Di tengah gerimis hujan, tiga kapal pun melaju menuju rawa Otakwa yang diyakini dihuni banyak ikan. Untung kapal yang aq naikin adalah kapal yang paling besar jadi ga terlalu basah kuyup, beda sama penumpang dua kapal lain yang basah kuyup diterpa hujan hohoho….
Sekitar jam 11 kita sampai di tempat mancing yang pertama. Rawa di sini ukurannya gede lho, kiri-kanannya banyak mangrove. Terus, katanya di rawa-rawa ini banyak hidup buaya (buaya beneran lho) dan di daerah delta dekat laut ada lumba-lumbanya. Huks, pengen liat.
Begitu kapal berhenti, langsung deh ngambil kail, masang umpan terus nampang di samping kapal nungguin ikan. Semenit, dua menit, 10 menit, sampe dua puluh menit ga ada tanda-tanda umpanku dilahap ikan. Jangankan dilahap, dijilat pun ga. Akhirnya karena lagak-lagaknya tempat itu jarang disinggahi ikan akhirnya kita pindah ke tempat lain. Di tempat kedua ini nasib umpanku ga beda jauh dengan di tempat pertama. Hasilnya nihil, duh pada kemana sih ni ikannya? Lagi berteduh kali ya? Soalnya kan lagi ujan deras…
Di tempat mancing ketiga ujan udah mulai berhenti, langit juga mulai biru. Akhirnya suasana memancing yang dibayangkan tadi pagi kejadian juga. Tapi nasibku belum membaik juga. Umpanku ga ada yang nyambar padahal yang lain udah pada dapat ikan..duh, apa ikannya betina semua ya? Maunya makan umpannya cowo aja, ga mau makan umpannya cewe hahaha… aq udah rada bete gitu.Sampe mikir “Apa minjem ikan yang lain aja ya, kan buat foto doang”, ”Ah, ga seru ah..coba aja bentar lagi. Kalo ga dapat juga baru minjem ikan orang.. “. Hihi, curang ya… Untung niat jahilku ga terlaksana, di tempat mancing keempat akhirnya benang di tanganku mulai ditarik-tarik. Yey, akhirnya dapat ikan juga. Dengan semangat 45 yang berkobar-kobar tali pancing mulai kugulung. Gede ga ya? Ikan apa ya? Bandeng, kakap? Atau jangan-jangan sebenarnya kayu?dan ternyata eng ing eng (back sound : bunyi drum) aku dapat……………….
Ikan di tanganku itu namanya ikan sembilang. Tau ikan sembilang kan? Itu lho yang setelah delapang sebelum sepulung. Ikan sembilang itu kaya ikan lele cuma siripnya lebih banyak. Kayanya ikan sembilang itu penduduk mayoritas rawa ini lho, soalnya dari semua ikan yang didapt 95%nya sembilang.
Ga terasa, udah waktunya pulang. Lumayan dapat empat ikan, walaupun sembilang semua. Ga terlalu buruklah sebagai pengalaman pertama mancing. Kerinduan pada langit biru, mas Mentari juga udah terobati (ya iyalah, masa udah sampe gosong begitu masih kangen juga). Waktu pulang, pemandangannya itu keren banget, apalagi karena kita duduk di atap kapal, where u can get the best view. Waktu udah di delta, ngeliat matahari hampir tenggelam di laut Arafura, gila keren abiisssssssssssssssssss!! Ngeliat pemandangan keren insting narsis langsung kumat, FOTO!FOTO! Sayang, waktu kita foto kapalnya udah belok, jadi backgroundnya bukan laut Arafura lagi. Dan lebih sayang lagi, blitz kameranya ga nyala, jadinya foto kita kaya siluet deh T_T.
Jadi begitulah cerita mancing ke Otakwa. Ucapan terima kasih diucapin sebesar-besarnya ke anak-anak OpEx yang sangat berbaik hati mengajak kita ikut dalam fishing trip ini. Biarpun Cuma dapat 4 ikan sembilang, walaupun keinginan ngeliat buaya dan lumba-lumba ga kesampaian, kalaupun besok kita masuk angin karena make baju basah sampai kering lagi di badan, kita tetap berterima kasih. Jalan-jalan berikutnya kita diajak lagi yaa, hehehe….
Posted by: pUtRi on: July 4, 2008
Masih ingat kan ketika beberapa bulan yang lalu Pacifist heboh karena peteranswers? Seangkatan ditipu habis-habisan sama tiga tersangka, sampe mikir jin bisa merambah ke dunia IT.
Kemarin kejadian itu berulang lagi di tempat kape gw ini. Waktu baru masuk ke ruang OpEx, di papan ada tulisan yang belum ada waktu kami pulang kemarin
Try this at your own risk
Gw dan Nessya langsung ketawa-tawa. Wah, kayanya kemarin ada yang dibohongin nih,,,,
Dan ternyata benar, setelah orang-orang datang mereka langsung cerita “Wah, cobain itu tuh…serem abis…”. Gw dan Nessya langsung nanya “dukunnya siapa?” . Terus mereka jawab “R*d*!”. Hoo…pantas….R*d* itu orang baru di sini, yang baru lulus. Aq ma Nessya cuma ketawa-tawa geli.
Siangnya, waktu R*d* balik dari Grasberg, yang penasaran masih pada nanyain. Akhirnya dia ngebuka juga triknya. Usilnya, orang sekantor yang baru pada tau malah ngerjain orang-orang yang baru turun dari Grasberg yang belum tahu triknya….Hahahahaha, kocak abis….Rame-rame bekerja sama, ngibul!!Ckckck…
Dan ternyata ketika yang lain udah pada asyik balik ke pekerjaannya masing-masing, tiga orang yang jadi korban masih penasaran dan bolak-balik nanyain mas Peter dong…
Hari gini masih ketipu PeterAnswers??
) : ))
)
Posted by: pUtRi on: July 4, 2008
Ga kerasa udah genap sebulan gw berada di tanah Papua
Niat awal KP di Bandung malah nyasar ke pulau tertimur Indonesia ini…
Awalnya sih, gw nganggap KP ke sini kaya liburan gratis yang ongkosnya dibayarin PP, akomodasi dan makan ditanggung (dan dapat gaji pula). Siapa yang ga mau?? Tapi setelah hampir 3 minggu gw kerja di sini,
Posted by: pUtRi on: July 3, 2008
Wah, lama banget blog ini ga diupdate…Setengah tahun lebih blog ini ditinggalkan pemiliknya. Maafkan aku blogku…..Setelah setengah tahun bertapa, akhirnya si empunya blog ngepost juga. Sebenarnya sih karena lagi ga ada kerjaan di kantor seharian. Tulisan ini juga sebenarnya tulisan yang udah di-post di TKP, tapi aq post ulang aja di sini, sekalian ngumumin kalo si empunya blog masih hidup hehehe…
Nah, wilayah kerja Freeport itu meliputi wilayah dari portsite yang dekat laut sampai ke Grasberg yang dekat puncak jaya…Kalo di-zoom lagi wilayah kerja PT. Freeport kira-kira seperti gambar di kiri
Jadi sekarang kita berempat itu tinggal di lembah berketinggian 2012 meter dengan suhu rata-rata 16-18C. Dan kalau Asido dan Joel kerja, mereka naik lagi ke ketinggian 2896 meter dari permukaan laut dan yang pasti suhunya juga lebih rendah. Kita zoom wilayahnya satu persatu..
yuk mari…
1. Portsite
Dari portsite ini, bijih tambang yang udah diolah jadi konsentrat dikirimkan ke pabrik yang ada di Surabaya dan ke konsumen-konsumen di seluruh penjuru dunia. Konsentrat-konsentrat tersebut dialirkan dalam pipa bertekanan tinggi langsung dari Mill di mile 74 lho
2. Timika
Biasanya kalo hari libur karyawan Freeport perginya ke Timika atau Kuala Kencana. Di Timika ada airport Timika. Perjalanan Timika-Tembagapura biasanya memerlukan waktu 2 jam.
3. Kuala Kencana
Kota ini cuma berjarak 20 menit perjalanan dari Timika. Konon katanya kota ini dijadikan percontohan kota di Indonesia. Desain wilayahnya emang unik, liat aja bentuk komplek perumahannya.
Fasilitas di sini lebih lengkap daripada di Tembagapura. Udah ada KFC, McD, dan Cinemax (maaph, fotonya diaplot belakangan aja ya..)
4. Tembagapura (mile 68)
Ini kota tempat kita berempat tinggal. Fasilitas di sini cukup lengkap, ada barak, messhall sebagai tempat makan, rumah sakit, sekolah, shopping center, sports hall, perpustakaan tempat favorit kita kalo lagi nganggur, lapangan bola ukuran internasional, kolam renang indoor, gym, lapangan basket, tenis, voli, squash, dan badminton. Di sini ada bus yang beroperasi keliling Tembagapura. Di sini tertib lho, bisnya berangkat sesuai jadwal dan hanya berhenti di halte. Ga ada istilah nunggu-nunggu penumpang atau turun sembarangan. Trus kalo bis lagi berhenti, mobil di sekitar bis pasti berhenti baik yang searah dan yang berlawanan arah.
5. Mile 74
Ini tempat kerjanya Asido dan Joel…
Dilanda gempa 3 skala richter setiap hari dan ditemani suara berisik mesin crusher yang menghancurkan bijih-bijih tambang menjadi serbuk.
Untuk berangkat kerja ke tempat ini Asido dan Joel harus bangun jam 4 pagi setiap harinya supaya ga ketinggalan bis…
6. Grasberg
Di gunung yang tingginya 4000 meter dari permukaan laut ini emas dan tembaga yang menjadi sumber kekayaan Freeport ditambang.
Untuk pergi ke Grasberg kita harus naik trem gantung dulu soalnya grasberg itu ada di gunung seberang.
Grasberg yang dulunya gunung, tapi sekarang udah jadi danau kosong. Katanya kedalaman tambang terbuka sudah mencapai 1 kilometer lho…
Selain Grasberg juga ada tambang underground. Peraturan di sini perempuan ga boleh kerja di underground. Ga tw kenapa…Haul truck yang beroperasi di sini ukurannya luar biasa gede. Bannya aja tingginya 3 meter. Wah, kalo bocor nambalnya gimana ya? hahaha…
Pernah ada kejadian mobil ukuran kijang kelindas sama haul truck lho di sini. Serem kan….
Penasaran sama detil2nya? tunggu aja KaPe di Papua part-part berikutnya. Masih banyak yang mau kita tunjukin. Kantor, perpustakaan, sarana olahraga, barak dan messhall, makanan, bis dan kendaraan-kendaran operasional yang ukurannya naudzubilah de el el..
Salam kitorang dari Papua
Mereka bilang......