Posted by: pUtRi on: July 3, 2008
Wah, lama banget blog ini ga diupdate…Setengah tahun lebih blog ini ditinggalkan pemiliknya. Maafkan aku blogku…..Setelah setengah tahun bertapa, akhirnya si empunya blog ngepost juga. Sebenarnya sih karena lagi ga ada kerjaan di kantor seharian. Tulisan ini juga sebenarnya tulisan yang udah di-post di TKP, tapi aq post ulang aja di sini, sekalian ngumumin kalo si empunya blog masih hidup hehehe…
Nah, wilayah kerja Freeport itu meliputi wilayah dari portsite yang dekat laut sampai ke Grasberg yang dekat puncak jaya…Kalo di-zoom lagi wilayah kerja PT. Freeport kira-kira seperti gambar di kiri
Jadi sekarang kita berempat itu tinggal di lembah berketinggian 2012 meter dengan suhu rata-rata 16-18C. Dan kalau Asido dan Joel kerja, mereka naik lagi ke ketinggian 2896 meter dari permukaan laut dan yang pasti suhunya juga lebih rendah. Kita zoom wilayahnya satu persatu..
yuk mari…
1. Portsite
Dari portsite ini, bijih tambang yang udah diolah jadi konsentrat dikirimkan ke pabrik yang ada di Surabaya dan ke konsumen-konsumen di seluruh penjuru dunia. Konsentrat-konsentrat tersebut dialirkan dalam pipa bertekanan tinggi langsung dari Mill di mile 74 lho
2. Timika
Biasanya kalo hari libur karyawan Freeport perginya ke Timika atau Kuala Kencana. Di Timika ada airport Timika. Perjalanan Timika-Tembagapura biasanya memerlukan waktu 2 jam.
3. Kuala Kencana
Kota ini cuma berjarak 20 menit perjalanan dari Timika. Konon katanya kota ini dijadikan percontohan kota di Indonesia. Desain wilayahnya emang unik, liat aja bentuk komplek perumahannya.
Fasilitas di sini lebih lengkap daripada di Tembagapura. Udah ada KFC, McD, dan Cinemax (maaph, fotonya diaplot belakangan aja ya..)
4. Tembagapura (mile 68)
Ini kota tempat kita berempat tinggal. Fasilitas di sini cukup lengkap, ada barak, messhall sebagai tempat makan, rumah sakit, sekolah, shopping center, sports hall, perpustakaan tempat favorit kita kalo lagi nganggur, lapangan bola ukuran internasional, kolam renang indoor, gym, lapangan basket, tenis, voli, squash, dan badminton. Di sini ada bus yang beroperasi keliling Tembagapura. Di sini tertib lho, bisnya berangkat sesuai jadwal dan hanya berhenti di halte. Ga ada istilah nunggu-nunggu penumpang atau turun sembarangan. Trus kalo bis lagi berhenti, mobil di sekitar bis pasti berhenti baik yang searah dan yang berlawanan arah.
5. Mile 74
Ini tempat kerjanya Asido dan Joel…
Dilanda gempa 3 skala richter setiap hari dan ditemani suara berisik mesin crusher yang menghancurkan bijih-bijih tambang menjadi serbuk.
Untuk berangkat kerja ke tempat ini Asido dan Joel harus bangun jam 4 pagi setiap harinya supaya ga ketinggalan bis…
6. Grasberg
Di gunung yang tingginya 4000 meter dari permukaan laut ini emas dan tembaga yang menjadi sumber kekayaan Freeport ditambang.
Untuk pergi ke Grasberg kita harus naik trem gantung dulu soalnya grasberg itu ada di gunung seberang.
Grasberg yang dulunya gunung, tapi sekarang udah jadi danau kosong. Katanya kedalaman tambang terbuka sudah mencapai 1 kilometer lho…
Selain Grasberg juga ada tambang underground. Peraturan di sini perempuan ga boleh kerja di underground. Ga tw kenapa…Haul truck yang beroperasi di sini ukurannya luar biasa gede. Bannya aja tingginya 3 meter. Wah, kalo bocor nambalnya gimana ya? hahaha…
Pernah ada kejadian mobil ukuran kijang kelindas sama haul truck lho di sini. Serem kan….
Penasaran sama detil2nya? tunggu aja KaPe di Papua part-part berikutnya. Masih banyak yang mau kita tunjukin. Kantor, perpustakaan, sarana olahraga, barak dan messhall, makanan, bis dan kendaraan-kendaran operasional yang ukurannya naudzubilah de el el..
Salam kitorang dari Papua
wah, akhirnya yang topik KPnya sejenis ngupdate blog juga…
ntar posting juga ya tentang teknis kerjaan KPmu
ditunggu
Hi.. Neng kapan lagi main ke Tembagapura ?
July 3, 2008 at 2:54 pm
akhirnya diupdate juga