Boardgame

Kembali membuka dashboard gara-gara kesentil sama yang baru bikin blog. Dan makin kesentil setelah liat post terakhir ternyata banyak yang komen. Okay, it almost been a year but I haven’t post anything new yet, maap buat yang uda nyemangatin. Honestly, ada banyak sih di draft, tapi tiap kali di-proofreading sebelum di-publish ada ada yang bikin postnya batal naik cetak. Kebanyakan karena setelah dibaca ulang ternyata bahasanya aneh, and after desperate try to revise the post, it ended up going back to draft. Alasan lain blog ini terabaikan adalah plurk, twitter, dan tumblr yang ga perlu nulis panjang-panjang atau baca berulang-ulang.

Kali ini saya mau menulis soal boardgame. Apa itu boardgame? Semua pasti tahu permainan catur, monopoli, atau ular tangga kan? Permainan-permainan itu merupakan beberapa contoh dari boardgame. Namanya juga BOARDgame, biasanya ada papan atau alas yang dijadikan arena bermain. Storylinenya juga bermacam-macam, mulai dari kehidupan di jaman batu di Stone Age, jadi petani di Agricola, rebut-rebutan daerah kekuasaan di Small World, atau menyelamatkan dunia dari wabah penyakit di game Pandemic. Mulai dari yang mainnya ringan, sampai game yang sekali mainnya butuh 4 jam hahaha..

Kalau mau bergabung dengan komunitas boardgame, di Indonesia ada IndoBoardGames, sedangkan komunitas internasionalnya misalnya BoardGameGeek. Walaupun kebanyakan boardgame berasal dari eropa sana, tapi di Indonesia juga ada loh developer boardgame. Meet mas Eko Nugroho from Kummara. Kummara sudah memiliki beberapa game seperti Simpang Dago, Punakawan, atau Gelut Marmut. Passion mas Eko di boardgame layak diacungi jempol. Kalau datang ke Kummara, ada berkarton-karton boardgame yang siap dimainkan. Mas Eko juga ga ada capenya buat merakyatkan board game di Indonesia. Dimulai dari membuka kafe boardgame Kummara, bikin event game, dan turnamen boardgame, sampai bikin boardgame dalam negeri. Buat yang ga ingin ketinggalan infonya follow aja twitternya @kummara

Selain boardgame ada juga cardgame. Bedanya sama boardgame? Kalau boardgame mainnya pakai papan/alas, card game mainnya pakai kartu *ya iyalah, namanya juga CARDgame, hahahaha*. Bang!, Dominion, 6th Takes, Bohnanza, dan Saboteur beberapa contohnya. Yang paling sering gw mainkan? Bang!, Dominion, 6th Takes *eh, udah hampir semua ya itu 😛

Apa *atau mungkin siapa* yang menjebak gw dalam dunia per-boardgame-an? *drum-roll, halah* It’s my boardgame-lover-boyfriend. Kencan pertama dibawa ke toys fair, trus abis itu ngeboardgame rame-rame di food festival di IBCC. Agenda kencan juga biasanya ngeboardgame rame-rame. Waktu Kummara masih di Ciumbuleuit, kita sering datang pas Kummara baru buka jam 2 siang dan baru pulang setelah Kummara beres-beres mau tutup jam 10 malam hahahaha.

And thanks to situs online boardgame, biar kepencar-pencar di Jakarta dan Bandung, kita tetap bisa main boardgame bareng. Temen yang di Eropa juga. Jadi malam-malam abis kerja, daripada nonton sinetron, waktunya kita pakai buat main boardgame. Buat yang mau penasaran dan pengen nyoba online boardgame silahkan ke BoardGameArea atau Yucata. Dua-duanya gratis kok.

Sementara segini dulu deh tulisan tentang boardgamenya. Ingin hati sih mau bikin tulisan yang spesifik untuk tiap-tiap boardgame yang dimainin juga, mudah-mudahan kesampaian 😀

Have a great night everyone 🙂

Happy Birthday Antiglas…

Specially dedicated to all my friends the 13th generation of Yasop…

Tak terasa sudah enam tahun berlalu sejak aq dan 39 orang teman lainnya dikukuhkan menjadi siswa-siswi asrama Yayasan Soposurung setelah melewati satu minggu orientasi. Plonco yang kita jalani memang hanya seminggu lamanya,tapi sebagian besar kenangan yang selalu kita ceritakan ketika berkumpul berasal dari seminggu “bahagia” ini. Bau casis yang khas, coca cola dan sprite Yasop, push-up, sit-up, dan jalan jongkok, kata kunci, nama cantik, stroberi Yasop, naik gunung, mandi bebek, senior pelatih, dan banyak lagi hal yang hanya kita dapat di masa itu. Casis yang masih manis dan ganteng sewaktu masuk langsung bertransformasi dalam seminggu. Sehingga jangan heran kalau banyak orang tua yang tidak mengenali anaknya sewaktu pengukuhan. Kalau sekarang gw nampangin foto waktu pengukuhan pasti ga bakal ada yang kenal 😀

Tiga tahun hidup bersama di asrama, tidak terhitung kenangan yang kita buat. Tidak hanya gelak tawa, isak tangis pun kita bagi bersama. Masih ingat ga, waktu kita kelas 1? Ketika kita disuruh keliling lapangan sekolah karena ribut, ketika kita disuruh push-up oleh Pak Dadang karena ga seorangpun ngerjain Pe-eR (eh,ada ding tapi satu orang doang), ketika kita sekelas tidur sewaktu free les, ketika kita mewarisi “kemampuan khusus” anak asrama, ketika kita berantem sampai lempar-lemparan. Hayo, cewek-cewek Antiglas, siapa yang dulu masuk daftar 10 siswi termentel? Siapa yang masih ingat cerita kewatakan dan kebusukan yang kita lakukan waktu itu? Hahahaha…..

Belum lagi waktu kelas dua. Ketika kita belajar mendidik adik-adik yang baru datang, ketika kita baru mengenal apa yang disebut “senioritas”, saat kita dengan gencarnya melaksanakan “main watak”. Apa kalian cowok-cowok ingat, apa yang kami, cewek-cewek, lakukan sewaktu kalian dikumpulkan pak Pengawas di lapangan apel? Tersentuhkah hati kalian saat itu? :D. Atau ingatkah kalian waktu cewek-cewek menyatakan embargo sampai beberapa kali, sampai memisahkan barisan siswa dan siswi ketika pulang renang sehingga akhirnya kita dihukum jalan jongkok? Masih ingatkah kalian kebun kacang ijo yang kita rawat di belakang kelas? Yang hasilnya kita olah menjadi bubur kacang ijo dan kita bagi untuk orang-orang seasrama?

Di kelas tiga buku soal: 1001 soal, madas, kidas, kumpulan soal UMPTN dan SPMB, menjadi bacaan wajib. Hari-hari yang dulunya dilewati dengan berbagai kegiatan : ekstra, renang, basket, karate, hanya diisi dengan bimbingan (eh, kadang korvey masih tetep dilakuin sih). Bagaimana kita berbagi kebingungan ketika memilih jurusan di PTN, mempersiapkan diri untuk simulasi dan untuk SPMB. Hihi, masih ingat ga hari waktu kita keluar dari asrama? Waktu itu kita menangis tersedu-sedu, seolah-olah ga bakal bertemu lagi, padahal hari Senin berikutnya kita tetep sekelas di bimbingan dan tetap bersama selama dua bulan berikutnya, bahkan setelah kita kuliah..

Begitu banyak yang kudapat dari kita. Kemampuan untuk mengerti sifat orang lain untuk beradaptasi dan hidup bersama, kemampuan untuk mengalah, kemampuan untuk berempati (walaupun untuk hal yang satu ini aq belum ahli sampai sekarang). Dari kita aku mendapat kekuatan dan bantuan ketika ku jatuh, dan oleh kita jugalah aku diingatkan untuk tetap bersyukur atas apa yang aku miliki. Dari kita aku mendapat keluarga, walaupun dulu kadang aku bosan melihat muka yang sama dari bangun tidur sampai mau tidur, bosan dengan aktivitas yang sama sepanjang minggu, sekarang aku selalu merindukan kalian guys. Aku kangen baca tulisan dan cerita si Buki, aku rindu dengar nyanyian Mona, aku kangen ucapan “Yang membunyikan ompreng push-up sepuluh kali”, aku kangen dengar sangkakala, aku kangen korvey bareng kalian, aku kangen dindam, aku kangen main watak, aku kangen jambu belakang barak tiga dan belimbing barak dua, aku kangen ngeliat bintang sebelum apel malam, aku kangen lagu mars yang kita nyanyikan setiap pergi dan pulang sekolah, aku kangen aba-aba PBB yang kita latih hampir setiap hari, aku kangen makan di lapangan apel, aku kangen semua yang kita alami di asrama.

Tiga tahun yang kita lewati di asrama tak akan pernah kulupa sobat. Juga tiga tahun saat kita terpisah jarak, menempuh jalan masing-masing untuk meraih mimpi, namun hati kita tetap bersama. Tak terasa, tak berapa lama lagi kita akan wisuda dan membuka lembaran hidup baru. Bagaimana tampang kita 5 tahun lagi, sudah jadi apa kita 10 tahun lagi, dimana kita 15 tahun ke depan? Seperti cuplikan lirik lagu Graduationnya Vitamin C,

And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule

As we go on, we remember all the times we had together
And as our lives change come whatever, WE WILL STILL BE FRIENDS FOREVER
(Vitamin C, Graduation)